Cara Menemukan Ide Bisnis

Diposting pada

Sebelum mencari dan merumuskan sebuah ide bisnis, perlu kita pahami dahulu definisi dari peluang usaha dan potensi usaha. Peluang usaha adalah: semua hal yang dibutuhkan oleh konsumen dimana produsen dapat meraih keuntungan . Sementara, Potensi usaha adalah batas keuntungan yang dapat diraih oleh produsen terhadap konsumen, sehubungan dengan meraih peluang usaha yang menjanjikan.  Maka dalam mendirikan sebuah usaha, seorang calon pelaku UKM harus melakukan mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai peluang-peluang usaha yang dapat dimasukinya, serta seberapa besar potensi usaha tersebut dapat dimaksimalkannya.

Kemampuan membaca peluang usaha dan potensi usaha tersebut harus dimiliki dan dipahami betul oleh pelaku UKM, karena kedua hal tersebut dibutuhkan bukan hanya pada saat mendirikan usaha saja. Kemampuan dalam membaca kedua hal tersebut sangat dibutuhkan secara terus menerus di dalam perjalanan sebuah UKM.

Cara Membaca Peluang Usaha Sebagai Ide Bisnis

Pada saat menghadapi serangan pesaing, disaat perubahan selera konsumen, di saat krisis ekonomi, atau disaat ingin mengembangkan bisnis. Semuanya membutuhkan kemampuan membaca peluan dan potensi usaha. Sebagaimana kemampuan-kemampuan entrepreneural lainnya, kemampuan membaca peluang dan potensi usaha juga dapat dilatih dengan menggunakan berbagai metode, diantaranya.

Cara Menemukan Ide Bisnis

  1. Mengevaluasi diri sendiri sehubungan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.

Seringkali kita mendengar atau membaca mengenai seorang pelaku usaha yang sukses menyatakan bahwa baginya beraktivitas sehari-hari seperti menjalankan sebuah hobi. Artinya, pengusaha tersebut menjalankan usahanya sesuai dengan minat yang dimilikinya.

Namun demikian, sering juga muncul pertanyaan dari para calon pelaku UKM, bagaimana kita bisa tahu apakah sesuatu itu kita senangi atau tidak. Karena bagi sebagian orang, sesuatu yang disenangi dan sesuatu yang bisa dijadikan usaha adalah dua hal yang berbeda. Seringkali hobi atau kesukaannya saat ini tidak memiliki peluang usaha. Jika menghadapi kondisi seperti itu, maka yang perlu dicari tahu adalah: apa yang paling mudah dipahami? Karena pada dasarnya, seseorang akan menggemari segala sesuatu yang mudah ia pelajari. Maka dengan demikian, kegemaran-kegemaran baru dapat dipelajari.

Keuntungan dari melakukan sebuah usaha berdasarkan sesuatu yang digemari atau disenangi adalah, pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya rasa tertekan atau seperti menjalankan suatu kewajiban. Sifat manusia adalah, kita sering lupa waktu dan bersemangat dalam menjalankan sesuatu yang disenangi. Oleh karena itu, jika mengerjakan sebuah hobi yang dibisniskan, maka kemungkinan untuk berhasil akan lebih besar karena pada dasarnya bekerja untuk suatu kesenangan.

Contohnya saja jika Anda hobi modivikasi motor, kenapa tidak mencoba usaha cuci motor. Bukan berarti Anda harus membuka bengkel ya. KArna biaya untuk membuka sebuah bengkel motor sangat tinggi.

  1. Melihat trend

Jika dilihat dari ilmu statistik , maka tren diartikan sebagai sebuah angka yang muncul paling sering. Tren juga dapat digunakan untuk melakukan peramalan mengenai angka yang akan muncul berikutnya. Maka dalam istilah bisnis, tren dapat diartikan sebagai sesuatu yang paling sering dikonsumsi oleh pelanggan, serta dapat pula digunakan untuk meramalkan permintaan di masa yang akan datang.

Melihat tren bisa dilakukan secara sederhana seperti menonton televisi secara teratur, melihat apa yang sedang laku dan sering dibicarakan di tengah-tengah masyarakat, serta melalui cara-cara lainnya. Dengan mengikuti ren, seorang calon pelaku UKM dapat memperkirakan apa yang akan ditawarkan ke pasar, serta berapa jumlah yang sebaiknya ditawarkan.

Seperti melihat peluang usaha jika anda tinggal di Bali. Mungkin saja trend sewa mobil di Bali cukup tinggi sehingga Anda bisa mencoba untuk masuk keranah bisnis ini.

  1. Menciptakan produk baru

Salah satu cara untuk memenuhi peluang pasar adalah dengan menciptakan sebuah produk yang belum pernah ditawarkan sebelumnya. Di dalam ilmu manajemen pemasaran, strategi ini disebut sebagai blue ocean strategy. Menciptakan sesuatu yang baru bukan berarti haru menciptakan sesuatu yang benar-benar baru (completely new), namun bisa juga dengan memodifikasi, mengemas ulang, dan mengubah fitur yang ada pada suatu produk. Salah satu kisah perusahaan yang sukses dalam menjalankan strategi ini adalah seperti yang dilakukan oleh Teh Botol Sosro.

  1. Melakukan pertambahan nilai

Melakukan pertambahan nilai berarti memodifikasi suatu produk sehingga memiliki nilai yang lebih tinggi di mata pelanggan. Sebagai contoh, sebuah kayu sebenarnya sudah bisa dijual kepada pelanggan. Namun tentunya dijual dengan harga yang murah. Namun jika kayu tersebut diolah dan dibentuk menjadi sebuah pearbot, tentunya kayu tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih mahal. Maka daripada sebilah kayu yang masih mentah, kayu yang sudah diolah memiliki nilai yang lebih tinggi di mata pelanggan.

Pertambahan nilai tidak hanya dapat dilakukan oleh UKM yang memproduksi barang (manufaktur), UKM yang bergerak di bidang jasa juga dapat melakukan hal tersebut. Seperti misalnya memberikan layanan antar jemput, memberikan layanan penanggulangan keluhan, dan lain sebagainya. Konsep dari pertambahan nilai adalah mengubah sesuatu, bisa dengan memodifikasi, mengolah dan lain sebagainya, agar dapat lebih berguna dan memenuhi kepuasan pelanggan, sehingga dapat dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi.

Selain tujuan memasarkan dengan harga yang lebih tinggi, pertambahan nilai juga bertujuan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan serta untuk mengalahkan pesaing. Seperti contoh soal bisnis rental mobil Bandung yang persingannya tinggi. Jika Anda dapat mengemas usaha ini lebih baik dan modern maka Anda bisa mengalahkan para pesaing.

  1. Melakukan penelitian pasar

Bagi UKM, istilah riset pasar mungkin dirasa sebagai kalimat yang tinggi. Ini dikarenakan untuk melakukan sebuah riset diperlukan biaya yang tinggi. Biasanya perusahaan-perusahaan besar melakukan riset pasar dengan melibatkan pelanggan secara masif untuk mendapatkan data yang valid. Namun tidak demikian halnya. Penelitian tidak mesti dilakukan secara besar-besaran dan memakan banyak biaya. Karena esensi dari peneilitan adalah untuk “membuktikan sesuatu” dan untuk “menjawab pertanyaan”.

Maka jika kegiatan yang dilakukan berhubungan dengan kedua hal tersebut, maka sebuah UKM sebenarnya sudah melakukan penelitian. Sebagai contoh, sebuah UKM yang memiliki pesaing ingin membuktikan apakah kue yang diproduksinya dapat diterima oleh selera pelanggan. Maka cara yang dilakukan adalah dengan membagi-bagikan sampel kue tersebut dan memintai pendapat para calon pelanggan yang mencicipi. Tes mencicipi dapat dilakukan di berbagai daerah di kotanya dan mengambil sampel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *